s.d.
s.d.
s.d.

Mengapa Hidung Mobil Sekarang Mudah Ringsek?

Jakarta, KompasOtomotif – Bagi sejumlah orang khususnya pengguna mobil, ada yang belum tahu kenapa mobil sekarang bagian depannya mudah ringsek atau remuk saat terjadi tabrakan? Hal itu bukan karena kualitasnya buruk, melainkan sudah menggunakan teknologi crumple zone (zona benturan).

Crumple zone merupakan area dimana kendaraan didesain untuk mengerucut dan berubah bentuk saat tabrakan terjadi. Dengan begitu, energi akan terserap dan mengurangi efek tumbukkan yang bisa menyebabkan cedera fatal pada penumpang. Selain itu, bahan plastik kini kerap dipilih jadi material utama bemper, selain lebih ringan juga punya biaya lebih kompetitif.

General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi, menuturkan, mobil keluaran terbaru kebanyakan sudah mengadopsi teknologi crumple zone. Sebab, untuk meningkatkan keamanan penumpang kendaraan saat terjadi tabrakan, karena mampu diredam oleh bodi bagian depan.

“Bagian depan mobil tersebut akan melipat atau mengkerut ketika terjadinya benturan,” kata Dadi saat dihubungi KompasOtomotif, Selasa (5/4/2016) malam.


Mengapa Hidung Mobil Sekarang Mudah Ringsek?

Risiko Lebih

Menurut Dadi, jika bodi mobil dibuat terlalu rigid seperti 1970-an, kemungkinan penumpang luka parah lebih besar. Sebab, bagian penumpang atau pengemudi dengan komponen interior dan juga organ dalam tubuh bertumpukan dengan tulang atau tengkorak.

“Ini karena perlambatan mobil yang tiba-tiba, sehingga perlambatan badan dan organ tubuh tidak diredam. Sebenarnya, teknologi ini bukan menjadikan bodi mobil menjadi lunak, tapi ada bagian yang dibuat dengan lipatan kecil sehingga akan mengkerut saat terjadi tabrakan depan,” ungkap Dadi.

Dilihat dari aspek keselamatan, kata Dadi nilainya sangat baik. Sebab, penumpang tidak akan mengalami luka parah saat terjadi kecelakaan. Meski ringsek, orang di kabin tidak akan luka parah, sebab mesin depan juga diperhitungkan untuk membantu penyerapan benturan.

“Jadi mesin tidak dirancang untuk langsung jatuh ketika terjadi kecelakaan, justru membantu penyerapan benturan,” ucap Dadi. Tak hanya itu, pada dasarnya semua mobil keluaran sekarang sudah seperti itu. Namun, tingkat penyerapan maupun batas kecepatan aman saat benturan berbeda-beda, terutama untuk kendaraan truk, misalnya di Toyota Dyna.

“Dengan pertimbangan kecepatan operasionalnya tidak tinggi. Batas kecepatan minmum dan maksimalnya kurang begitu hafal, karena masing-masing mobil berbeda-beda,” ujar Dadi.

Penulis: Aditya Maulana
Editor: Agung Kurniawan

sumber otomotif.kompas.com

Syarat Penggunaan | Privacy Policy | Contact Us | Business Partnership | Advertising | Career
Network Partner | Banxehoi.com
Copyright © 2016 PT AG Network. All Rights Reserved