s.d.
s.d.
s.d.

Indonesia Belum sampai Tahap Uji Tabrak

Karawang, KompasOtomotif – Level Indonesia sampai saat ini masih di tahapan sebagai produsen mobil bertaraf internasional. Tak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga permintaan pasar luar negeri.

Ketika bicara evaluasi produk, produsen di Indonesia menyerahkannya ke prinsipal utama. Seperti masalah pengujian tingkat keamanannnya dengan crash test (uji tabrak).

Menurut Yui Hastoro, Direktur Teknikal dan Proyek Engineering PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Selasa (26/1/2016), di Karawang, Jawa Barat, untuk mencapai level produsen yang bisa menyelenggarakan uji tabrak sangat panjang.

”Kenapa tidak dibikin crash test di sini? Karena produsen harus melalui tahapan industri yang teratur. Pertama, istilahnya menerima gambar, lalu membuat. Kedua, bisa mendesain mobil, lalu membuat. Desain dalam hal ini sudah detail, termasuk peranti keselamatan,” ujar Yui.

Yui melanjutkan, tahapan paling ”ultimate” dalam sebuah industri otomotif adalah berada di level evaluator. Produsen tak hanya bisa mendesain dan membuat, tetapi juga mengevaluasi produk. Saat ini, Indonesia belum mencapai level tersebut, dan masih berada di level kedua yang sudah mulai mendesain dan membuat mobil.

Loncat ke tahap ketiga pun juga banyak yang harus dilakukan, termasuk hal yang detail. Yui memberi contoh, ketika produsen merakit kantung udara, semua hal yang berkaitan dengan cara kerja harus diurut, seperti berapa waktu komponen itu meledak, atau berapa tekanannya dan sebagainya.

Indonesia, menurut Yui, bukan berarti tidak mampu melakukannya. Namun, saat ini fokus industri, terutama TMMIN, adalah mengejar produksi untuk memenuhi permintaan dan terus meningkatkan pencapaian untuk kemudian menuju tahapan paling utama.

Penulis: Donny Apriliananda
Editor: Azwar Ferdian
sumber otomotif.kompas.com

Syarat Penggunaan | Privacy Policy | Contact Us | Business Partnership | Advertising | Career
Network Partner | Banxehoi.com
Copyright © 2016 PT AG Network. All Rights Reserved